Alumni SMPN 1 Mandirancan 98'
Wednesday, August 12, 2015
Saturday, May 17, 2014
Tuesday, April 15, 2014
Saturday, April 5, 2014
Gubernur Jabar: "Hoax", Kabar Gunung Ciremai Dijual ke Chevron
BANDUNG, KOMPAS.com — Gubernur
Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan, kabar yang tersiar di dunia maya
atau internet bahwa Gunung Ciremai akan dijual ke perusahaan minyak asal
Amerika, Chevron Corporation, sebesar Rp 60 triliun, adalah berita
bohong atau hoax.
"Informasi tentang Gunung Ciremai akan dijual ke Chevron itu adalah hoax, berita bohong," kata Ahmad Heryawan, di Kota Bandung, Senin (3/3/2014).
Ketika ditanyakan apakah penyebar pesan berantai tersebut perlu diusut, Heryawan mengatakan bahwa hal itu perlu ditinjau terlebih dahulu.
"Pokoknya kita lihat saja nanti, apa menjurus menyudutkan seseorang, apa perlu diusut. Berdasarkan undang-undang elektronik, pelakunya bisa masuk kategori melakukan kejahatan," katanya.
Ia mengatakan, penyebar isu benar-benar tidak bertanggung jawab.
"Ya tentu, kalau diperlukan, dia harus dimintai pertanggungjawaban. Kan bisa diusut, siapa yang pertama mem-broadcast," katanya.
Pihaknya menegaskan bahwa Gunung Ciremai tidak akan pernah dijual kepada pihak mana pun.
"Intinya, mana ada undang-undang memperbolehkan menjual gunung. Gunung itu milik negara, dan tidak boleh diperjualbelikan," katanya.
Heryawan mengatakan, hanya orang gila atau tidak waras yang menjual gunung.
"Kalau menurut saya, hanya orang gila yang akan menjual gunung. Saya ingatkan kepada para pengguna gadget untuk menggunakannya dengan cerdas. Kalau broadcast itu belum jelas kebenarannya, jangan diteruskan dan dikirimkan ke orang lain," kata dia.
"Informasi tentang Gunung Ciremai akan dijual ke Chevron itu adalah hoax, berita bohong," kata Ahmad Heryawan, di Kota Bandung, Senin (3/3/2014).
Ketika ditanyakan apakah penyebar pesan berantai tersebut perlu diusut, Heryawan mengatakan bahwa hal itu perlu ditinjau terlebih dahulu.
"Pokoknya kita lihat saja nanti, apa menjurus menyudutkan seseorang, apa perlu diusut. Berdasarkan undang-undang elektronik, pelakunya bisa masuk kategori melakukan kejahatan," katanya.
Ia mengatakan, penyebar isu benar-benar tidak bertanggung jawab.
"Ya tentu, kalau diperlukan, dia harus dimintai pertanggungjawaban. Kan bisa diusut, siapa yang pertama mem-broadcast," katanya.
Pihaknya menegaskan bahwa Gunung Ciremai tidak akan pernah dijual kepada pihak mana pun.
"Intinya, mana ada undang-undang memperbolehkan menjual gunung. Gunung itu milik negara, dan tidak boleh diperjualbelikan," katanya.
Heryawan mengatakan, hanya orang gila atau tidak waras yang menjual gunung.
"Kalau menurut saya, hanya orang gila yang akan menjual gunung. Saya ingatkan kepada para pengguna gadget untuk menggunakannya dengan cerdas. Kalau broadcast itu belum jelas kebenarannya, jangan diteruskan dan dikirimkan ke orang lain," kata dia.
Thursday, July 4, 2013
Sejarah, Profil, dan Prestasi Persib Bandung
Persib Bandung merupakan klub yang memiliki cukup banyak
penggemarnya, yakni para bobotoh. Mereka dikenal sebagai pendukung yang
fanatik, sama layaknya seperti aremania ataupun para bonek. Rival utama persib Bandung dan pendukungnya adalah Persija Jakarta. Ketika kedua tim bertemu, maka bisa dipastikan aroma super panas bakal mengiringi pertandingan tersebut.
Ketika pertama kali didirikan sekitar tahun 1923, Persib dikenal dengan nama Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond [BIVB] yang merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB [Persebaya], MIVB [sekarang PPSM Magelang], MVB [PSM Madiun], VVB [Persis Solo], PSM [PSIM Yogyakarta] turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia, yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung [PSIB] dan National Voetball Bond [NVB]. Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepakbola yang dimotori orang-orang Belanda, yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken [VBBO]. Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib, dan dianggap perkumpulan kelas dua. Persib memenangkan perang dingin dan menjadi perkumpulan sepakbola satu-satunya di Bandung dan sekitarnya.
Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNI dan Sidolig pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding, yakni Lapangan UNI dan Sidolig [kini Stadion Persib], dan Lapangan Sparta [kini Stadion Siliwangi].
CATATAN PRESTASI PERSIB BANDUNG
Perserikatan
1933: Runner-up
1934: Runner-up
1936: Runner-up
1937: Juara
1950: Runner-up
1959: Runner-up
1960: Runner-up
1982/83: Runner-up
1984/85: Runner-up
1961: Juara
1986: Juara
1990: Juara
1993/94: Juara
Liga Indonesia
1994/95: Juara
1995/96: 12 Besar
1996/97: Delapan Besar
1997/98: kompetisi dihentikan
1998/99: Peringkat ke-3 (Tiga Wilayah Sub Grup)
1999/00: Peringkat ke-8 Wilayah Barat
2001: Delapan Besar
2002: Peringkat ke-9 Wilayah Barat
2003: Juara Grup Play-Off (lolos dari degradasi)
2004: Peringkat ke-6
2005: Peringkat ke-5 Wilayah Barat
2006: Peringkat 12 Wilayah Barat
2007: Peringkat 5 Wilayah Barat
Superliga Indonesia
2008/09: Peringkat ke-3
2009/10: Peringkat ke-4
Kompetisi Lainnya
1991: Juara Piala Persija
1995: Perempat-Final Piala Champions Asia (Asian Club Championship)
2008: Juara Piala Kang Dada
Klub yang berdiri sejak zaman kolinial belanda ini memiliki suporter
yang fanatik yakni Viking dan bobotoh. Klub yang identik dengan warna
kostum kebanggan berwarna biru dan berlogo macan ini memang menjadi
salah satu tim kuat di Indonesia Super League. Catatan prestasi tim ini
relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era
Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini.
Berikut ini Kumpulan Sejarah akan menginformasikan kepada Sobat Pecinta Bola Indonesia tentang Sejarah, Profil, dan Prestasi Persib Bandung secara lengkap.
SEJARAH PERSIB BANDUNG
Berikut ini Kumpulan Sejarah akan menginformasikan kepada Sobat Pecinta Bola Indonesia tentang Sejarah, Profil, dan Prestasi Persib Bandung secara lengkap.
SEJARAH PERSIB BANDUNG
Ketika pertama kali didirikan sekitar tahun 1923, Persib dikenal dengan nama Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond [BIVB] yang merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB [Persebaya], MIVB [sekarang PPSM Magelang], MVB [PSM Madiun], VVB [Persis Solo], PSM [PSIM Yogyakarta] turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia, yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung [PSIB] dan National Voetball Bond [NVB]. Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepakbola yang dimotori orang-orang Belanda, yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken [VBBO]. Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib, dan dianggap perkumpulan kelas dua. Persib memenangkan perang dingin dan menjadi perkumpulan sepakbola satu-satunya di Bandung dan sekitarnya.
Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNI dan Sidolig pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding, yakni Lapangan UNI dan Sidolig [kini Stadion Persib], dan Lapangan Sparta [kini Stadion Siliwangi].
CATATAN PRESTASI PERSIB BANDUNG
Perserikatan
1933: Runner-up
1934: Runner-up
1936: Runner-up
1937: Juara
1950: Runner-up
1959: Runner-up
1960: Runner-up
1982/83: Runner-up
1984/85: Runner-up
1961: Juara
1986: Juara
1990: Juara
1993/94: Juara
Liga Indonesia
1995/96: 12 Besar
1996/97: Delapan Besar
1997/98: kompetisi dihentikan
1998/99: Peringkat ke-3 (Tiga Wilayah Sub Grup)
1999/00: Peringkat ke-8 Wilayah Barat
2001: Delapan Besar
2002: Peringkat ke-9 Wilayah Barat
2003: Juara Grup Play-Off (lolos dari degradasi)
2004: Peringkat ke-6
2005: Peringkat ke-5 Wilayah Barat
2006: Peringkat 12 Wilayah Barat
2007: Peringkat 5 Wilayah Barat
Superliga Indonesia
2008/09: Peringkat ke-3
2009/10: Peringkat ke-4
Kompetisi Lainnya
1991: Juara Piala Persija
1995: Perempat-Final Piala Champions Asia (Asian Club Championship)
2008: Juara Piala Kang Dada
Subscribe to:
Comments (Atom)


