Tuesday, April 15, 2014
Saturday, April 5, 2014
Gubernur Jabar: "Hoax", Kabar Gunung Ciremai Dijual ke Chevron
BANDUNG, KOMPAS.com — Gubernur
Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan, kabar yang tersiar di dunia maya
atau internet bahwa Gunung Ciremai akan dijual ke perusahaan minyak asal
Amerika, Chevron Corporation, sebesar Rp 60 triliun, adalah berita
bohong atau hoax.
"Informasi tentang Gunung Ciremai akan dijual ke Chevron itu adalah hoax, berita bohong," kata Ahmad Heryawan, di Kota Bandung, Senin (3/3/2014).
Ketika ditanyakan apakah penyebar pesan berantai tersebut perlu diusut, Heryawan mengatakan bahwa hal itu perlu ditinjau terlebih dahulu.
"Pokoknya kita lihat saja nanti, apa menjurus menyudutkan seseorang, apa perlu diusut. Berdasarkan undang-undang elektronik, pelakunya bisa masuk kategori melakukan kejahatan," katanya.
Ia mengatakan, penyebar isu benar-benar tidak bertanggung jawab.
"Ya tentu, kalau diperlukan, dia harus dimintai pertanggungjawaban. Kan bisa diusut, siapa yang pertama mem-broadcast," katanya.
Pihaknya menegaskan bahwa Gunung Ciremai tidak akan pernah dijual kepada pihak mana pun.
"Intinya, mana ada undang-undang memperbolehkan menjual gunung. Gunung itu milik negara, dan tidak boleh diperjualbelikan," katanya.
Heryawan mengatakan, hanya orang gila atau tidak waras yang menjual gunung.
"Kalau menurut saya, hanya orang gila yang akan menjual gunung. Saya ingatkan kepada para pengguna gadget untuk menggunakannya dengan cerdas. Kalau broadcast itu belum jelas kebenarannya, jangan diteruskan dan dikirimkan ke orang lain," kata dia.
"Informasi tentang Gunung Ciremai akan dijual ke Chevron itu adalah hoax, berita bohong," kata Ahmad Heryawan, di Kota Bandung, Senin (3/3/2014).
Ketika ditanyakan apakah penyebar pesan berantai tersebut perlu diusut, Heryawan mengatakan bahwa hal itu perlu ditinjau terlebih dahulu.
"Pokoknya kita lihat saja nanti, apa menjurus menyudutkan seseorang, apa perlu diusut. Berdasarkan undang-undang elektronik, pelakunya bisa masuk kategori melakukan kejahatan," katanya.
Ia mengatakan, penyebar isu benar-benar tidak bertanggung jawab.
"Ya tentu, kalau diperlukan, dia harus dimintai pertanggungjawaban. Kan bisa diusut, siapa yang pertama mem-broadcast," katanya.
Pihaknya menegaskan bahwa Gunung Ciremai tidak akan pernah dijual kepada pihak mana pun.
"Intinya, mana ada undang-undang memperbolehkan menjual gunung. Gunung itu milik negara, dan tidak boleh diperjualbelikan," katanya.
Heryawan mengatakan, hanya orang gila atau tidak waras yang menjual gunung.
"Kalau menurut saya, hanya orang gila yang akan menjual gunung. Saya ingatkan kepada para pengguna gadget untuk menggunakannya dengan cerdas. Kalau broadcast itu belum jelas kebenarannya, jangan diteruskan dan dikirimkan ke orang lain," kata dia.
Subscribe to:
Comments (Atom)